Benda Misterius 25 Meter Muncul dari Kubur di Pantai Florida

Brigette Dancer, of Hollywood, Fla., takes a photograph of her son, Jesse Pike, and Joe Carazola at the Dania Beach Pier as Tropical Storm Nicole threatens the east coast of Florida on Wednesday, Nov. 9, 2022 in Dania Beach, Fla. (Amy Beth Bennett/South Florida Sun-Sentinel via AP)

Erosi badai mengungkap struktur besar dan misterius di bawah pasir pantai Florida, Amerika Serikat. Ini membuat penduduk dan pejabat setempat bingung tentang apa itu.

Struktur kayu runcing setinggi 80 kaki (sekitar 25 meter) muncul dari pasir di bagian Daytona Beach Shores di Volusia setelah Badai Ian dan Nicole menerjang daerah itu, lapor WKMG.

Seorang arkeolog tengah memeriksa temuan itu dan akan menjelaskan asal-usul serta fungsi dari benda tersebut, kata juru bicara daerah Kevin Captain kepada CBS News.

Wakil Kepala Keamanan Pantai Volusia Tammy Malphurs mengatakan ini menjadi kali pertama bagi dia melihat objek tersebut selama karirnya.

“Erosi ini belum pernah terjadi sebelumnya. Kami sudah lama tidak melihat erosi seperti ini, “jelasnya, dikutip dari New York Post, Jumat (28/4/2023).

“Saya sudah berada di pantai ini mungkin selama 25 tahun, dan ini pertama kalinya saya melihatnya terbuka.”

Misteri Volusia County adalah bukti terbaru dari erosi ekstensif yang ditimbulkan oleh Badai Ian, yang mendarat di Florida sebagai Kategori 4 pada 28 September lalu.

Diikuti lebih dari sebulan kemudian oleh Badai Nicole, yang berdampak sebagai Kategori 1 pada 10 November.

Badai akhir musim yang langka, Nicole melemah, menjadi badai tropis setelah merusak semenanjung Florida. Gelombang badai saja bisa menyebabkan beberapa rumah runtuh. Sementara banjir dan angin yang meluas mengakibatkan setidaknya lima kematian.

Senjata Luar Angkasa China Bisa Bikin Amerika Serikat Tamat

Presiden China Xi Jinping bersumpah setelah terpilih kembali sebagai presiden untuk masa jabatan ketiga selama sesi pleno ketiga Kongres Rakyat Nasional (NPC) di Balai Besar Rakyat di Beijing pada 10 Maret 2023. (NOEL CELIS/AFP via Getty Images)

China punya senjata luar biasa untuk menjegal Amerika Serikat (AS) di antariksa. Dilaporkan negara tersebut punya senjata siber untuk membajak satelit milik Barat.

Laporan ini diungkapkan oleh Badan Intelijen Pusat (CIA). Selain senjata siber, ancaman juga datang saat China juga melakukan peningkatan program antariksa selama beberapa tahun terakhir.

Pejabat Badan Intelijen Pertahanan (DIA) juga menjelaskan China telah menggunakan sebagian besar satelitnya untuk melakukan pengintaian dan mengumpulkan informasi intelijen dari luar angkasa. Sejauh ini, China disebut memiliki 514 satelit di atas sana.

China juga diketahui mengeluarkan investasi besar untuk mengembangkan kemampuan teknologinya. Belum lama ini, ahli keamanan memperingatkan AS soal kemampuan teknologi China.

Menurut mantan penasihat keamanan nasional untuk Wapres AS, John Hannah, China punya tujuan untuk mengganggu, menurunkan, hingga menghancurkan kemampuan AS, khususnya di luar angkasa.

“Pada masa depan perang, salah satu domain yang paling diperebutkan adalah ruang angkasa. Pada intinya, ruang angkasa adalah medan baru. Negara yang mengendalikan angkasa dan medan perang berikutnya secara efektif, saya pikir mendapat peluang terbaik untuk benar-benar memenangkan perang,” kata Hannah, dikutip Fox Business, Jumat (28/4/2023).

“Jika China mampu melumpuhkan kemampuan kita untuk melihat apa yang dilakukan musuh, kemampuan kita untuk menggunakan komando, dan kendali serta komunikasi antara pasukan kita sendiri, itu game over bagi kita di medan perang di Bumi ini,” lanjutnya.

Hannah meyakini kemampuan teknologi siber China memungkinkan mereka bisa mengganggu satelit AS. Selain itu memiliki kemampuan meniru hingga membajak frekuensinya.

“Apa yang kami dengar adalah kemampuan dunia maya sangat canggih sehingga mereka tak hanya mengganggu satelit kami dan apa yang dapat mereka lihat, tetapi benar-benar memiliki frekuensi yang sama dan meniru frekuensi kami dan benar-benar berkomunikasi dan mengambil alih satelit kami,” katanya.

China juga dituding tengah mengembangkan rudal anti satelit. Rudal ini dikatakan dapat diluncurkan dari daratan untuk menyerang satelit AS. Hannah kembali memperingatkan bahaya ini kepada pemerintah Joe Biden agar terus waspada.

 

Podcast Masih Laku? YouTube Baru Ikut Trennya

This Oct. 21, 2015 photo shows signage with a logo at the YouTube Space LA offices in Los Angeles. (AP Photo/Danny Moloshok)

Youtube Music akhirnya punya layanan podcast. Namun baru pengguna di Amerika Serikat (AS) yang punya akses ke fitur tersebut.

Trusted Reviews menyebutkan jika pengguna dapat mendengarkan podcast langsung dari aplikasi. Selain itu juga dapat mengakses konten sesuai permintaan.

Podcast di Youtube Music juga dapat didengarkan secara offline. Pengguna juga bisa diakses melalui background, dikutip Jumat (28/4/2023).

Kehadiran fitur tersebut sudah diumumkan perusahaan pada Februari ini. Sekarang fitur akan dirilis secara bertahap ke seluruh pengguna di AS.

Layanan ini akan dilengkapi dengan fitur hot-swap, jadi bisa ditukar antara video dan audio. Youtube Music juga akan menyediakan tab podcast agar bisa mengakses semua konten podcast pada satu lokasi.

Langkah ini termasuk terlambat. Sebab pesaingnya Spotify telah memiliki fitur podcast.

Nampaknya kemunculan podcast juga sebagai cara Youtube Music bersaing dengan Spotify. Nama terakhir merupakan raksasa di industri streaming yang memiliki 500 juta pengguna aktif bulanan.

Jalan panjang bagi Youtube Music untuk bisa mengalahkan dominasi Spotify. Dalam laporan terbaru, layanan dari Youtube itu ‘hanya’ memiliki lebih dari 80 juta pelanggan Musik dan premium.

Sejauh ini memang baru AS yang mendapatkan fitur baru tersebut. Belum jelas apakah wilayah lain di luar AS akan mendapatkan akses yang sama.

Selain itu juga belum jelas kapan peluncuran bertahap di AS. Namun menurut Trusted Reviews, tiak butuh waktu lama untuk melakukannya.

Rahasia Dapur Apple Dibongkar Puluhan Karyawan, Bikin Wow!

REFILE - CLARIFYING CAPTION Silhouette of laptop user is seen next to a screen projection of Apple logo in this picture illustration taken March 28, 2018.  REUTERS/Dado Ruvic

Popularitas ChatGPT membuat raksasa teknologi berbondong-bondong mengembangkan layanan serupa, yakni chatbot AI yang bisa mengobrol seperti manusia.

Beberapa di antaranya adalah Google dengan ‘Bard’, Microsoft melalui Bing, Snapchat dengan ‘My AI’, serta Facebook yang baru mau mengembangkannya. Mark Zuckerberg bahkan sampai mengatakan kata ‘AI’ puluhan kali di depan investor untuk membuktikan komitmennya mengembangkan teknologi kecerdasan buatan tersebut.

Di tengah persaingan yang ketat, Apple juga turut mengembangkan AI. Raksasa Cupertino yang dulu sudah punya asisten Siri, kini unjuk gigi dengan layanan yang dinamai ‘Petey’.

Namun, upaya Apple belum terdengar sekencang rekan-rekan sejawatnya. Bahkan, mantan karyawan Apple dengan lantang mengatakan perusahaan itu tak bakal bisa kompetitif untuk soal AI.

Dikutip dari The Information, Jumat (28/4/2023), mantan karyawan menyebut ada masalah besar di internal Apple. “Fungsi organisasi yang buruk dan kurangnya ambisi perusahaan,” dikatakan menjadi penyebab Apple kurang kompetitif.

The Information mewawancara puluhan bekas karyawan Apple dan semuanya kompak mengeluhkan masalah yang sama. Mereka semua dulunya bekerja di bawah divisi AI dan machine learning.

Menurut The Information, Apple kehilangan 3 engineer andalannya yang mengembangkan Siri. Ketiganya pindah ke Google. Masing-masing adalah Srinivasan Venkatachary, Steven Baker, dan Anand Shukla.

Ketiganya resmi jadi pegawai Apple pada 2019 lalu setelah sang raksasa yang dipimpin Tim Cook mengakuisisi startup Laserlike. Ketiganya mengembangkan Siri, namun kemudian pindah ke Google dengan alasan yang sama.

Mereka percaya Google memiliki visi yang lebih jelas soal pengembangan AI, utamanya untuk penerapan semacam ChatGPT. CEO Google, Sundar Pichai, membujuk ketiga engineer tersebut mati-matian.

Sementara itu, Tim Cook pun memohon agar ketiga engineer itu tetap bertahan di Apple. Namun, upaya itu akhirnya sia-sia.

Saking para pegawai tak percaya dengan Siri, ada laporan dari orang dalam yang mengatakan mereka berusaha mencari alternatif teknologi lain dalam pengembangan produk headset Apple.

Alih-alih menggunakan Siri, mereka lebih memilih menggunakan teknologi suara untuk menjalankan perintah ke perangkat tersebut.

Ketidakpercayaan para pegawai terhadap Siri membuat mereka skeptis bahwa Apple bisa bersaing di ranah AI. Jika Apple tak merubah iklim perusahaannya dan bergegas mengejar ketinggalan, bukan tak mungkin perusahaan itu bakal semakin sulit mengejar para pesaingnya.

HP China Dulu Dihina Kini Raja Dunia, Ini Resep Rahasianya

Ilustrasi Konter HP. (Trio Hamdani/detikFinance)

Petuah bijak selalu meminta kita tidak menilai sesuatu hanya dari tampilan luar, tetapi penampilan memang selalu memunculkan kesan pertama. Begitulah nasib yang dialami semua barang buatan China. Tiap kali melihat tulisan ‘Made in China’ pasti semua orang punya pikiran sama: murah, kualitas jelek, dan cepat rusak.

Intinya, cap negatif selalu menyertai produk buatan China. Berbanding terbalik dengan produk buatan Barat atau Jepang dan Korea, yang selalu diagung-agungkan. Padahal, berdasarkan paparan Bussiness Insider 28,7% produk dunia adalah buatan China.

Besarnya kekuatan buruk ini lantas membuat Lionel Obadia dari Universitas Lyon, Prancis melakukan riset panjang dalam “‘Made in China’-Political and Cultural Valuation of Brand Images, Trade, and Commodities” (2009).

Rupanya diketahui pandangan ini disebabkan oleh kegagalan produsen China mengontrol barang jualannya sejak tahun 1970-an. Akibatnya saat produk China memperbaiki kualitas dan meledak di pasaran, seperti kasus 10 tahun terakhir, masyarakat sudah kadung memiliki pikiran buruk dan ogah membelinya.

Dalam kasus ini, barang-barang sektor teknologi kena getah paling pahit. Teknologi dipandang sebagai barang mahal, sehingga publik akan memilih barang dari merek keluaran terbaik. Singkatnya, mereka tidak mau merugi.

Merujuk paparan Yang Wu dan Yichun Duan dalam “‘Made in China’: Building Chinese Smart Manufacturing Image” (2010), satu-satunya cara untuk mengubah stigma buruk itu produsen harus rela jor-joran keluar uang skala besar untuk pemasaran dalam waktu lama supaya terbentuk brand yang kuat.

Upaya HP China Membuktikan Diri

Cara inilah yang ditempuh oleh dua produk smartphone ‘Made in China’ untuk kuasai pasar dunia: Oppo dan Vivo, yang sebetulnya berada di bawah induk perusahaan yang sama, yakni BBK Elektronics Corp.

Kedua pabrikan tersebut awalnya bukanlah siapa-siapa. Namun, sejak memasuki beberapa tahun terakhir, keberadaannya sukses menantang dominasi Samsung dan iPhone.

Strateginya pun sama seperti yang disebut Yang Wu dan Yichun Dan, yakni promosi. Dalam hal ini keduanya promosi lewat sponsor dan artis.

Mengutip China Daily, sejak tahun 2017 Vivo rela merogoh kocek dalam untuk menjadi sponsor di perhelatan sepakbola internasional. Tercatat Vivo pernah mensponsori FIFA Confederations Cup 2017, FIFA World Cup Russia 2018, dan FIFA World Cup Qatar 2022.

Di Indonesia, mungkin kita tidak lupa saat peluncuran produk baru, keduanya kerap menggandeng artis ternama. Penyanyi Raisa Andriana, misalnya, pernah didapuk jadi Brand Ambassador (BA) Oppo F1S. Lalu ada Nikita Willy dan Cinta Laura yang juga didaulat menjadi BA Oppo. Sedangkan Vivo saat 2019 lalu ‘membajak’ lima stasiun TV nasional dan puluhan artis ternama hanya untuk peluncuran Vivo V9.

Disamping rela keluar uang banyak untuk promosi, pabrikan juga terpaksa menjual produknya dengan harga murah untuk mengambil alih pasar di negara berkembang, termasuk Indonesia. Atau dalam bahasa peneliti William Yuen Yee di Rest of World, pabrikan tersebut menggunakan strategi filosofi China: yindizhiyi (bertindak sesuai kondisi lokal).

Maksud dari filosofi ini nampak dari kebijakan harga. Negara berkembang yang didominasi oleh penduduk kelas menengah ke bawah memiliki ketergantungan tinggi kepada ponsel. Namun, masalahnya mereka tidak punya uang banyak. Alhasil, pabrikan China menyediakan jawabannya. Maka, lahirlah berbagai ponsel pintar buatan China yang super murah.

Akan tetapi, kemurahan harga yang ditawarkan bukan berarti mengobarkan kualitas. Dalam kasus Oppo, misalnya, dia kerap menjadi perintis teknologi smartphone. Mengutip Gadgetsnow, dia sukses menarik pasar orang-orang yang suka berfoto dengan mengusung berbagai teknologi revolusioner di sektor kamera.

Inovasi HP China

Oppo pernah mengeluarkan Oppo N1, HP pertama yang memiliki sistem rotasi kamera. Lalu, lewat Oppo F1 Plus, pabrikan mencatatkan namanya sebagai HP pertama yang memiliki kamera depan 16 MP.

Berkat promosi jor-joran dan harga jual yang rendah, cara ini terbukti efektif mendongkrak penjualan dan menghapus stigma kalau produk China itu abal-abal. Meskipun jika dilihat dari perhitungan bisnis, cara ini menghasilkan margin keuntungan yang rendah.

Kini, merek China menjamur di seluruh dunia. Pemainnya pun makin ramai, meski ada pula yang merupakan sub-brand dari merek yang sudah lebih populer. Selain Oppo dan Vivo, ada juga Xiaomi, Realme, Nothing, OnePlus, HTC, Huawei, Asus, Meizu, Honor, dan sebagainya.

Di ranah global, 5 besar pemain utama industri HP didominasi merek China, yakni Xiaomi, Oppo, dan Vivo. 2 pemain lainnya adalah Samsung dari Korea Selatan dan Apple dari Amerika Serikat.

Ilmuwan Panik! Tak Cuma Cuaca, Lautan Ikut Panas Mendidih

Sebuah foto yang diambil pada 28 Februari 2023 memperlihatkan pakaian, pelampung, dan potongan kayu terdampar di pantai, dua hari setelah perahu migran tenggelam di wilayah Calabria selatan Italia, di Steccato di Cutro, selatan Crotone. - Kapal kayu yang kelebihan muatan pecah dan tenggelam lebih awal pada tanggal 26 Februari 2023 di lautan badai di lepas pantai selatan Italia, dengan mayat, sepatu, dan puing-puing hanyut di sepanjang garis pantai yang panjang. Korban tewas meningkat pada 27 Februari 2023 menjadi 62 orang, kata seorang pejabat penjaga pantai kepada AFP - dan jumlah itu tampaknya akan meningkat. (ALESSANDRO SERRANO/AFP via Getty Images)

Beberapa waktu belakangan ini, cuaca panas ekstrem terjadi di sejumlah wilayah dunia, seperti Indonesia, China, Thailand, Bangladesh, Myanmar, Laos, dan India. Bahkan, Bangladesh sempat menembus suhu di atas 50 derajat celsius.

Namun, ternyata suhu yang mendidih tidak hanya terjadi pada cuaca, tetapi juga lautan global. Beberapa waktu ini, temperatur samudra mendadak meningkat hingga mencapai rekor.

Dilansir dari Metro, sejak 1 April 2023 lalu, temperatur lautan tembus hingga 21,1 derajat Celsius selama enam hari berturut-turut. Angka itu disebut sebagai rekor baru bila dibandingkan dengan catatan suhu pada 2016, yakni 21 derajat Celsius.

“Belum diketahui secara pasti mengapa perubahan bisa begitu cepat terjadi,” kata ahli kelautan di tim penelitian Mercator Ocean International, Karina Von Schuckmann, dikutip Sabtu (29/4/2023).

Sejauh ini, ilmuwan masih meneliti penyebab suhu laut yang mendadak hangat. Kemungkinan besar, fenomena ini berkaitan dengan dimulainya El Nino serta pemanasan global. Jika demikian, suhu lautan berpotensi terus naik dan kembali mengukir rekor dalam waktu dekat.

Laut yang semakin hangat menimbulkan sejumlah kekhawatiran bagi ilmuwan, termasuk pengaruh terhadap suhu global secara keseluruhan. Dikaitkan dengan ramalan El Nino yang kuat selama beberapa bulan ke depan, fenomena ini disebut dapat membuat bumi mendekati peningkatan suhu global sebesar 1,5 derajat Celsius.

Ahli kelautan National National Oceanic and Atmospheric Administration, Gregory C Johnson, mengatakan bahwa pemicu suhu air laut meningkat bukan hanya El Nino. Namun, ada sejumlah gelombang panas laut atau titik pemanasan tak sesuai dengan pola El Nino, seperti di Pasifik utara dekat Alaska dan lepas pantai Spanyol.

“Ini adalah pola yang tidak biasa. Ini adalah peristiwa ekstrem dalam skala global, adalah sinyal yang sangat besar. Saya pikir akan membutuhkan beberapa tingkat upaya untuk memahaminya,” cetus pakar dari Princeton University, Gabe Vecchi.

Sebagai informasi, terakhir kali El Nino menerpa Bumi adalah pada 2016. Kemudian, fenomena El Nino digantikan oleh fenomena cuaca La Nina yang dingin. Meskipun tanpa El Nino, suhu Bumi dinilai akan terus meningkat.

 

 

 

 

 

‘Kiamat’ Makin Jelas, Penghuni Bumi Punya Sisa Waktu 10 Tahun

Seal hunter Henrik Josvasson jumps back onto his boat after searching for puffin eggs near the town of Tasiilaq, Greenland, June 16, 2018. REUTERS/Lucas Jackson  SEARCH

Dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, pemanasan global diprediksi akan melampaui 1,5 derajat Celsius. Hal itu dikhawatirkan oleh para ahli karena 1,5 derajat Celsius adalah batas bencana pemanasan global yang dampaknya ke Bumi sudah tidak bisa diperbaiki lagi.

Menurut laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC) mengatakan bahwa kondisi ini membuat penghuni Bumi berhadapan dengan dekade paling krusial dalam sejarah manusia.

Meskipun demikian, IPCC mengatakan bahwa manusia masih belum terlambat untuk mencegah titik ‘kiamat’ akibat pemanasan global. Oleh sebab itu, PBB mengimbau penduduk Bumi untuk segera mengurangi emisi pemanasan global secara drastis.

“Kami tahu caranya, yakni memiliki teknologi, peralatan, dan anggaran yang dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan iklim yang sudah kita kenali sejak lama,” ujar Ketua IPCC, Lee Hoesung, dikutip dari AFP, Sabtu (29/4/2023).

“Satu-satunya yang kurang adalah kemauan politik yang kuat,” lanjutnya.

IPCC menyatakan, suhu Bumi akan mencapai titik 1,5 derajat Celsius alias lebih tinggi dari masa pra-industri pada awal 2030-an.

Saat ini, Bumi sudah 1,2 derajat Celsius lebih hangat dari masa pra-industri. Bahkan, dampak pemanasan global ini sudah sangat dirasakan oleh penduduk Bumi berupa cuaca ekstrem.

“Tahun paling panas yang kita alami saat ini akan menjadi tahun terdingin di satu generasi,” kata ilmuwan dari Imperial College London, Friederike Otto.

Dampak terlampauinya batas 1,5 derajat Celcius adalah sinyal peningkatan laju kepunahan spesies, gagal panen, hingga ‘tipping point’ dari perubahan sistem iklim berupa kematian koral dan mencairnya es di kutub.

Sekjen PBB, Antonio Guterres menyatakan bahwa negara kaya yang pada awalnya menargetkan karbon netral pada 2050 harus mempercepatnya menjadi 2040 untuk ‘menjinakkan bom iklim’.

“Manusia berdiri di lapisan es yang tipis dan es itu mencair dengan sangat cepat,” kata Guterres.

Menurut laporan IPCC, jika Bumi hanya bisa menahan laju pemanasan global sebesar 1,8 derajat Celcius, setengah dari manusia di Bumi akan hidup di tengah panas dan kelembaban ekstrem pada 2100.

Wilayah yang paling terdampak dari panas dan kelembaban ekstrem tersebut termasuk Asia Tenggara, sebagian dari Brasil, dan Afrika bagian barat.

 

Miris! Sudah Diskon Gila-gilaan, Pedagang HP Tetap Gak Laku

Penjual gawai di ITC Kuningan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Pasar pembelian ponsel masih lesu pada kuartal pertama tahun ini. Meski para pedagang sudah memberikan diskon pada penjualannya.

Penurunan pasar smartphone sudah berlangsung selama lima kuartal berturut-turut. Hal ini juga menunjukan pasar HP global belum kembali pada paruh pertama tahun ini.

Laporan firma riset Canalys menyebutkan penurunan Q1 2023 mencapai 13% year-on-year (yoy). Laporan itu menyebutkan pasar masih belum pulih meski sudah ada peningkatan pada faktor makro utama.

Analis Canalys, Sanyam Chaaurasia menyebutkan penurunan pasar pada Q1 sesuai dengan ekspektasi. Permintaan konsumen dilihat juga masih lesu pada periode tersebut.

“Meskipun ada pemotongan harga dan promosi besar-besaran, permintaan konsumen tetap lesu, khususnya segmen kelas bawah karena inflasi tinggi yang berdampak pada kepercayaan dan pengeluaran konsumen,” kata Chaurasia, dikutip Sabtu (29/4/2023).

Meski begitu, Toby Zhu selaku analis Canalys lainnya berpendapat terjadi peningkatan permintaan pada rentang harga tertentu. Vendor juga dilihat menjadi lebih aktif pada perencanaan produksi dan pemesanan komponen.

“Canalys memperkirakan investasi industri smartphone, terlepas dari saluran atau vendor, bisa mencapai level relatif sehat di akhir kuartal kedua 2023,” jelasnya.

Dua hal disebutkan Zhu bakal jadi pendorong baru dalam industri smartphone. Yakni terkait jaringan 5G dan juga ponsel lipat.

Dalam laporan yang sama, Samsung menjadi penguasa pasar Q1 dengan market share 22%. Sementara Apple berada di belakang raksasa teknologi asal Korea Selatan itu sebesar 21%.

 

Ini Cara Telkom Dorong Digitalisasi & Hadapi Tantangan Global

IndiHome Siap Jaga Momentum Positif di Era Pasca Pandemi

Internet menjadi bagian penting dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Di era teknologi saat ini, kehadiran internet mampu mendukung berbagai kegiatan usaha, pekerjaan, hiburan, hingga dunia pendidikan.

Sehingga, tidak heran jika peran Internet sangat besar dalam mendorong percepatan transformasi digital nasional dan menciptakan pertumbuhan ekonomi digital ke depan.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) pun sebagai BUMN mengambil perannya dalam mendorong percepatan transformasi digital nasional, salah satunya lewat IndiHome.

Direktur Consumer Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Venusiana, mengatakan, IndiHome melakukan 4 (empat) fokus kegiatan utama dalam menjawab tantangan, khususnya terkait dengan penyediaan layanan internet berkecepatan tinggi dan stabil.

Pertama yakni lewat Investasi penyebaran infrastruktur fiber seluas mungkin. Saat ini, kabel serat optik Telkom dalam mendukung IndiHome membentang sepanjang 170.885 kilometer (106.185 kilometer serat optik domestik dan 64.700 kilometer serat optik internasional) dari pusat kota hingga desa-desa terpencil di seluruh Nusantara atau setara dengan empat kali keliling bumi.

“IndiHome memiliki jangkauan area terluas di Indonesia yang mencakup 498 dari 514 kabupaten/kota termasuk 10 pulau terluar di Indonesia, yaitu Pulau Bintan, Karimun, Kei, Alor, Simeulue, Weh, Sebatik, Rote, Sabu dan Nusa Penida,” jelas Venusiana.

Kedua, Indihome senantiasa memberikan pelayanan optimal yang berkelanjutan (continuous Improvement) terhadap 7 journey pelanggan IndiHome mulai dari explore, buy, activate, use, pay, get support, terminate) melalui satuan tugas end-to-end improvement lintas unit untuk memberikan the best customer experience (CX).

Ketiga Perubahan portofolio produk IndiHome, mulai dari formulasi harga (pricing) hingga pengembangan produk.

“Saat ini, IndiHome tidak lagi menawarkan layanan 10 Mbps, melainkan paket yang mulai dari 30 Mbps dengan harga yang kompetitif dan perubahan dari sisi kecepatan upload dan download (ULDL) dari semula 1:5 menjadi 1:3,” terangnya.

Sementara fokus keempat IndiHome yakni Implementasi program higher speed same price (HSSP), yaitu penyesuaian kecepatan internet yang lebih tinggi tanpa adanya biaya tambahan untuk para pelanggan setia IndiHome.

Perubahan speed kecepatan pelanggan tanpa penambahan biaya ini dilakukan berdasarkan evaluasi terhadap pertimbangan length-of-stay (umur pelanggan berlangganan IndiHome) dan biaya yang dibayarkan oleh pelanggan.

Hal tersebut membuat IndiHome sukses bertransformasi, dan berkontribusi menciptakan lingkungan digital, membangun masyarakat digital, dan mempercepat ekonomi digital.

Venusiana pun mengungkapkan, sejauh ini IndiHome telah mengedepankan nilai pemberdayaan masyarakat, demi mendorong roda perekonomian di daerah. IndiHome selalu berupaya memberikan kontribusi kepada masyarakat tidak hanya yang berkaitan dengan bisnis dan digitalisasi.

“Di samping penyiapan layanan terbaik untuk pelanggan, tanggung jawab IndiHome selama masa pandemi dan pasca pandemi adalah untuk menyiapkan program-program yang melibatkan secara aktif berbagai segmen masyarakat yang disebut dengan empowering society,” ujar Venusiana.

Seperti diketahui, sejak 2021, IndiHome sudah menerapkan konsep kegiatan hybrid offline terbatas dan online berbasiskan 3C yaitu creativity, charity, dan connectivity untuk mendukung tujuan empowering society tersebut.

Sebagai contoh, IndiHome menggelar IndiHome Pesona Aceh dengan andil mendukung berbagai komunitas seni, budaya, dan pendidikan di Aceh. Melompat jauh dari Aceh, IndiHome juga hadir di Papua dengan program IndiHome Wonderful Papua. Melalui program tersebut, IndiHome memberikan dukungan kepada para perempuan hebat penggerak ekonomi dan industri kreatif di Bumi Cenderawasih.

Telkom Terus Gaspol Atasi Kesenjangan Konektivitas di 3T

Telkom Indonesia

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) secara konsisten menghadirkan konektivitas dan menjangkau hingga pelosok. Upaya ini sejalan dengan upaya perseroan untuk menciptakan lingkungan digital yang setara, merata, dan ideal di Indonesia.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan perusahaan membawa tiga misi untuk memajukan negeri. Pertama, membangun infrastruktur dan platformnya. Kedua, membentuk kapasitas orang, yaitu karyawan Telkom dan masyarakat luas. Ketiga adalah bermitra dengan pemangku kepentingan yang strategis.

“Akses telekomunikasi digital yang merata memungkinkan siapa pun, di mana pun, dan kapan pun, mampu mengakselerasi kualitas hidup dan lingkungannya. Keyakinan ini membuat Telkom ingin mengambil peranan penting dalam dunia digital,” ujar Ririek, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di tanah air mencapai 216,62 juta orang atau setara 78,19% dari jumlah penduduk. Meski sudah banyak yang bisa mengakses internet, masih ada gap antara masyarakat yang sudah merasakan konektivitas dan yang belum, terutama di wilayah pelosok. Biasanya kondisi geografis menjadi salah satu kendala penyedia layanan untuk menghadirkan konektivitas, apalagi Indonesia memiliki ribuan pulau.

Di kawasan perkotaan, penyediaan jaringan internet broadband bisa dengan mudah dilakukan karena akses dan sumber dayanya mudah didapat. Sementara di daerah rural, terutama di kawasan terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T), menarik kabel fiber optic untuk menggelar jaringan internet adalah hal yang penuh tantangan karena kondisi lingkungan sulit diakses.

Untuk itu, Telkom pun memiliki sejumlah upaya untuk menghadirkan konektivitas secara merata. Salah satunya melalui Mangoesky, produk digital connectivity Telkom melalui anak usaha Telkomsat yang sudah ada sejak 2014. Mangoesky menyediakan jaringan internet broadband melalui media satelit (VSAT IP) untuk masyarakat di daerah 3T.

Ririek mengatakan layanan ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang wilayahnya belum terjangkau oleh jaringan kabel Asymmetric Digital subscriber Line (ADSl), fiber optic, maupun layanan mobile kecepatan tinggi lain.

“Digitalisasi atau pemanfaatan teknologi komunikasi bukan hanya milik masyarakat kota. Kami berkomitmen terus mengembangkan kualitas dan kecepatan jaringan bagi masyarakat, agar semakin banyak insan yang bisa go digital, go modern, dan go global,” jelasnya.

Kehadiran Mangoesky diharapkan dapat mengurangi kesenjangan digital di wilayah rural dan 3T Indonesia, serta mendukung percepatan dan perluasan digitalisasi Indonesia sesuai dengan komitmen Telkom Indonesia mendorong transformasi digital masyarakat.

Kemudian, melalui fixed broadband internet, IndiHome, Telkom juga mendorong digitalisasi nasional ke seluruh layanan dengan kualitas mumpuni. Saat ini, Indihome telah sukses menyediakan akses internet melalui jaringan fixed broadband di berbagai daerah.

Jaringan serat optik yang mendukung layanan IndiHome kini telah membentang sepanjang 166.343 km. Bahkan lewat layanan jaringan tersebut, IndiHome kini sudah menjangkau 978 kota/kabupaten di seluruh Indonesia atau 97% nasional.

Vice President Marketing Management PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, E. Kurniawan mengatakan pemerataan terhadap daerah pelosok tidak hanya dilakukan Indihome lewat jaringan, namun juga dari harga berlangganan.

“Tentu masalah harga pasti kami pertimbangkan betul-betul agar terjangkau semua masyarakat. Tapi sejalan dengan itu kami juga pegang teguh pada kualitas layanan yang memiliki reliabilitas setinggi mungkin,” ujar Kurniawan.

Untuk menjaga kualitas jaringan internet, IndiHome juga telah menyediakan lebih dari 16 ribu teknisi yang siap siaga selama 24 jam nonstop. Teknisi ini tersebar di seluruh Indonesia untuk menangani gangguan pelanggan.

Sementara itu, melalui Telkomsel, Telkom juga mengembangkan jaringan dan layanan 5G di seluruh Indonesia. Sejak pertama kali menggelar jaringan dan layanan 5G pada 24 Mei 2021, hingga kini Hyper 5G Telkomsel telah hadir di sejumlah wilayah di 39 kota di seluruh Indonesia, dengan dukungan 248 BTS 5G.

Telkom pun memiliki menara (base transceiver station/BTS) yang memadai untuk melayani pelanggan di seluruh penjuru Tanah Air. Tercatat, Telkom melalui Telkomsel telah mendirikan ratusan ribu BTS yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, pada 2022 lalu, Telkom juga menjalin kerja sama dengan SpaceX. Kerja sama ini ditandai dengan diberikannya hak labuh satelit khusus non geostasioner Starlink kepada anak usaha Telkom, PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat).

Melalui izin labuh tersebut, Starlink akan melayani backhaul atau teknologi pemindahan data dari satu infrastruktur telekomunikasi ke telekomunikasi lainnya. Teknologi ini dapat digunakan untuk mendukung penyediaan layanan internet broadband, terutama, jaringan internet 4G. Teknologi ini juga akan membantu masyarakat di wilayah pedesaan yang belum tersambung secara langsung dengan kabel serat optik.

Selain konektivitas dan infrastruktur, Telkom juga memiliki SDM berkualitas yang siap memberikan layanan terbaik. Dengan penetrasi Telkom yang terus meningkat dan merata di seluruh pelosok tanah air diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan broadband berkecepatan tinggi yang pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.