Rahasia Dapur Apple Dibongkar Puluhan Karyawan, Bikin Wow!

REFILE - CLARIFYING CAPTION Silhouette of laptop user is seen next to a screen projection of Apple logo in this picture illustration taken March 28, 2018.  REUTERS/Dado Ruvic

Popularitas ChatGPT membuat raksasa teknologi berbondong-bondong mengembangkan layanan serupa, yakni chatbot AI yang bisa mengobrol seperti manusia.

Beberapa di antaranya adalah Google dengan ‘Bard’, Microsoft melalui Bing, Snapchat dengan ‘My AI’, serta Facebook yang baru mau mengembangkannya. Mark Zuckerberg bahkan sampai mengatakan kata ‘AI’ puluhan kali di depan investor untuk membuktikan komitmennya mengembangkan teknologi kecerdasan buatan tersebut.

Di tengah persaingan yang ketat, Apple juga turut mengembangkan AI. Raksasa Cupertino yang dulu sudah punya asisten Siri, kini unjuk gigi dengan layanan yang dinamai ‘Petey’.

Namun, upaya Apple belum terdengar sekencang rekan-rekan sejawatnya. Bahkan, mantan karyawan Apple dengan lantang mengatakan perusahaan itu tak bakal bisa kompetitif untuk soal AI.

Dikutip dari The Information, Jumat (28/4/2023), mantan karyawan menyebut ada masalah besar di internal Apple. “Fungsi organisasi yang buruk dan kurangnya ambisi perusahaan,” dikatakan menjadi penyebab Apple kurang kompetitif.

The Information mewawancara puluhan bekas karyawan Apple dan semuanya kompak mengeluhkan masalah yang sama. Mereka semua dulunya bekerja di bawah divisi AI dan machine learning.

Menurut The Information, Apple kehilangan 3 engineer andalannya yang mengembangkan Siri. Ketiganya pindah ke Google. Masing-masing adalah Srinivasan Venkatachary, Steven Baker, dan Anand Shukla.

Ketiganya resmi jadi pegawai Apple pada 2019 lalu setelah sang raksasa yang dipimpin Tim Cook mengakuisisi startup Laserlike. Ketiganya mengembangkan Siri, namun kemudian pindah ke Google dengan alasan yang sama.

Mereka percaya Google memiliki visi yang lebih jelas soal pengembangan AI, utamanya untuk penerapan semacam ChatGPT. CEO Google, Sundar Pichai, membujuk ketiga engineer tersebut mati-matian.

Sementara itu, Tim Cook pun memohon agar ketiga engineer itu tetap bertahan di Apple. Namun, upaya itu akhirnya sia-sia.

Saking para pegawai tak percaya dengan Siri, ada laporan dari orang dalam yang mengatakan mereka berusaha mencari alternatif teknologi lain dalam pengembangan produk headset Apple.

Alih-alih menggunakan Siri, mereka lebih memilih menggunakan teknologi suara untuk menjalankan perintah ke perangkat tersebut.

Ketidakpercayaan para pegawai terhadap Siri membuat mereka skeptis bahwa Apple bisa bersaing di ranah AI. Jika Apple tak merubah iklim perusahaannya dan bergegas mengejar ketinggalan, bukan tak mungkin perusahaan itu bakal semakin sulit mengejar para pesaingnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*